Acara Miss Indonesia yang banyak disaksikan oleh penonton TV di Indonesia pada 5 Juli 2007 yang lalu tidak luput dari perhatian saya. TV tunner bermerek Gadmei milik saya yang sudah lama tidak dipakai pun segera saya nyalakan. Perempuan-perempuan Indonesia berparas cantik dari berbagai provinsi di Indonesia dengan lihai dan gemulainya menampilkan kecantikan, kemolekan, keseksian, dan kecerdasan mereka di atas panggung. Pertanyaan demi pertanyaan dilontarkan oleh dewan juri dan dijawab oleh para kontestan, sehingga pada akhirnya finalis dari Jawa Baratlah yang memperoleh gelar Miss Indonesia 2007 tersebut.
Acara ini bukan satu-satunya kontes kecantikan perempuan di Indonesia. Yang lebih bergengsi lagi adalah Puteri Indonesia, yang sedianya akan diselenggarakan 3 Agustus 2007 nanti. Jika Miss Indonesia diutus untuk mengikuti kompetisi Miss World, maka Puteri Indonesia diutus untuk mengikuti kompetisi kecantikan sejagad Miss Universe.
Saya pun jadi tergelitik dengan pertanyaan di benak saya: mengapa hanya ada Miss Indonesia atau Puteri Indonesia? Mengapa tidak ada Mr. Indonesia atau Putera Indonesia? Apakah hanya perempuan yang dapat memiliki kecantikan luar dan dalam? Atau mungkin memang modal utama seorang perempuan hanya kecantikan saja?
Pandangan masyarakat mengenai perempuan memang terlalu pesimistik. Perempuan sering hanya dianggap objek semata. Dengan adanya kontes-kontes kecantikan seperti ini sebenarnya justru bukan menunjukkan kecerdasan dan kemampuan perempuan, tapi lebih utama adalah fisiknya saja. Tak dapat dipungkiri bahwa sebagian besar penonton (terutama kaum lelaki) hanya tertarik dengan peserta mana yang paling cantik atau peserta mana yang paling seksi.
Jika kaum perempuan populer dengan kontes kecantikannya, maka kaum lelaki pun ternyata tak mau kalah dengan kontes tubuh terseksinya. Sebut saja berbagai kompetisi yang diadakan oleh L-Men ataupun Men's Health. Bedanya dengan kontes kecantikan perempuan, jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan dalam kontes kecantikan perempuan merupakan syarat utama menjadi pemenang, sedangkan dalam kontes kaum lelaki yang diutamakan adalah fisiknya. Pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan dalam kontes fisik yang diselenggarakan oleh dua merek di atas hanyalah formalitas belaka.
Kalau kita lihat-lihat lagi, ternyata kaum lelaki saat ini semakin mementingkan gaya. Banyaknya kaum metroseksual yang suka berdandan dan pergi ke salon tidak mengherankan lagi, entah itu salon beneran maupun salon plus plus. Peragaan-peragaan busana kelas dunia pun tidak melupakan kaum lelaki untuk koleksi terbarunya, dari koleksi busana yang memang keren sampai yang aneh.
Namun seperti yang saya sebutkan di atas, tetap belum ada kontes kecantikan (baca: ketampanan) bagi laki-laki. Padahal, jika ada kontes seperti itu, sebut saja Mr. Indonesia, maka saya tentu berminat untuk ikut serta. Dengan modal nekat apa pun bisa jadi kenyataan.
Mr. Indonesia tentu akan memiliki banyak tugas dan tanggung jawab. Seorang Mr. Indonesia akan menjadi duta budaya Indonesia yang akan memperkenalkan budaya nasional ke masyarakat mancanegara. Ia pun akan menjadi duta pariwisata yang akan mempromosikan Indonesia sebagai tempat wisata yang menarik dan eksotis. Selain itu, ia pun mengemban tugas-tugas kemanusiaan seperti memerangi AIDS dan menjadi mediator antara kaum laki-laki dengan kaum perempuan, maupun kaum laki-laki dengan kaum gay.
Saking semangatnya saya untuk mengikuti kontes Mr. Indonesia, saya pun sampai mengimajinasikan pakaian apa saja yang harus saya kenakan untuk berbagai sesinya.
Sesi Swimming Suit
Dalam sesi ini pakaian yang harus digunakan adalah pakaian renang. Saya menggunakan celana renang hitam bermerek Speeda yang dengan indahnya menghias tubuh saya.
Sesi Pants
Dalam sesi ini pakaian yang harus digunakan adalah pakaian dalam. Saya menggunakan celana dalam krem dari Calvin Klenik yang tetap menonjolkan kejantanan.
Sesi Dress Suit
Dalam sesi ini pakaian yang harus digunakan adalah pakaian formal. Saya menggunakan jas, dasi, dan celana panjang hitam serta kemeja putih karya Dorce & Gaban. Terlihat elegan dan tetap maskulin.
Sesi Future Suit
Dalam sesi ini pakaian yang harus digunakan adalah pakaian untuk masa depan. Saya menggunakan pakaian astronot putih sederhana plus dasi bermotif sama yang tetap stylish karya Prado.
Sesi Gay Clothes
Dalam sesi ini pakaian yang harus digunakan adalah pakaian yang dipakai untuk acara-acara bersama kaum gay agar tetap menjaga silaturahmi antara kaum heteroseksual dan homoseksual. Pakaian yang saya gunakan agak sedikit berbau koboi karya Giorgio Airmani.
Sesi Traditional Dress
Dalam sesi ini pakaian yang harus digunakan adalah pakaian adat yang mencerminkan budaya nasional Indonesia. Pakaian yang saya gunakan adalah karya perancang busana lokal, yaitu Oscar Lawak-latah, berupa baju dan celana berwarna emas serta kain sarung putih tutul-tutul serta tidak lupa dilengkapi juga dengan topi kerucut. Sayangnya walaupun dipermak sedemikian rupa, tetap tidak terlihat trendy.
Sekarang yang harus dilakukan adalah menanti diselenggarakannya kontes Mr. Indonesia. Kita kaum lelaki jangan mau kalah dengan kaum perempuan. Kecantikan luar dan dalam bukan hanya milik mereka, tapi milik kita juga. So, you be ready for Mr. Indonesia beauty pageant. And I'm sure as hell that I will be your one tough opponent.
Thursday, July 12, 2007
Mr. Indonesia
Monday, July 9, 2007
The Hoax Files
Berita-berita mengenai berbagai kejadian palsu yang akhir-akhir ini semakin marak disebarkan membuat saya cukup gerah. Saya jadi teringat akan artikel yang saya tulis untuk HIMTIMagz, was buletin terpopuler di BiNus yang saat ini entah bagaimana statusnya, beberapa bulan lalu. Waktu itu saya diminta menulis satu artikel untuk dimuat, tapi ternyata karena banyak dan lain hal HIMTIMagz edisi tersebut tidak diterbitkan. Karena itu saya memutuskan untuk me-refine kembali tulisan saya itu untuk dipublikasikan di blog yang teramat sangat keren ini. So, here it goes.
Mungkin banyak dari Anda yang pernah mendengar kata hoax. Bila belum, tak mengapa, saya sajikan beberapa di sini. Hoax adalah usaha untuk menipu orang lain sehingga mempercayai bahwa sesuatu yang tidak riil adalah riil. Biasanya hoax bukan aksi penipuan kriminal, tapi lebih pada praktik lelucon. Dengan adanya internet saat ini, semakin banyak hoax yang beredar dan semakin cepat pula peredarannya. Banyak hoax yang telah terbukti sebagai sebuah kebohongan, namun banyak pula yang sulit untuk dibuktikan.
Sebuah hoax yang pernah beredar adalah hoax yang dibuat oleh George Adamski. Ia mengklaim pernah melihat dan memfoto kapal dari planet-planet lain, bertemu dengan orang-orang dari planet-planet lain (yang ia sebut Space Brothers), dan bepergian dalam penerbangan mereka. Ia bahkan menulis buku yang berhubungan dengan pengalamannya, termasuk buku laris Flying Saucers Have Landed pada tahun 1953. Ia menikmati popularitas atas klaimnya, namun secara perlahan menghilang disebabkan klaimnya yang semakin dipertanyakan, sehingga akhirnya ia dianggap eksentrik sampai ia meninggal pada tahun 1965.
Adamski mengklaim bahwa ia pernah bertemu dengan orang-orang dari planet-planet lain (kebanyakan dari Venus, namun ada juga yang dari Mars dan Saturnus) dan dibawa terbang oleh mereka, termasuk satu putaran ke sisi belakang Bulan dimana ia melihat kota-kota, landasan terbang UFO, dan gunung-gunung yang ditutupi pohon-pohon dan salju. Observasi oleh Proyek Apollo dengan jelas telah membuktikan kebohongan dari klaim tersebut.
Hoax yang beredar di masyarakat tidak hanya itu saja. Ada banyak klaim, yang kemungkinan adalah hoax, yang ditampilkan di internet, sehingga banyak orang yang bisa mengetahuinya. Salah satunya adalah Helius Project. Singkatnya, Helius Project adalah sebuah situs web yang secara sengaja dibuat oleh seorang alien untuk mengumpulkan informasi tentang Bumi. Alien ini, yang menyebut dirinya sebagai Helius, mengklaim telah berada di planet dan akan mengumpulkan informasi dari tanggal 20 Oktober sampai 2 Desember 2003 melalui survey online di website-nya, dan akan kembali ke planetnya 72 jam dan 4 menit sesudahnya untuk menyampaikan laporannya kepada para tetuanya.
Helius mengklaim bahwa ia lahir di kendaraan transportasi yang telah bepergian lebih dari 100 juta tahun cahaya untuk mencapai Bumi. Ia adalah yang terakhir yang lahir di kendaraan tersebut, dan satu-satunya dari generasi tersebut. Saat memasuki sistem bintang kita, ia berumur 0.45%. Karena radiasi magnet Bumi, kendaraannya menghantam air di bagian barat Amerika Serikat. Menurut ceritanya, pemerintah Amerika Serikat menahan kendaraannya dan menangkapnya dan para tetua. Dia ditahan selama 12 tahun waktu Bumi, dan akhirnya berhasil melarikan diri.
Banyak orang yang percaya bahwa proyek ini adalah hoax. Namun beberapa orang yang pernah berkomunikasi dengan Helius percaya bahwa dia benar-benar riil. Tidaklah jelas apakah Helius Project diciptakan sebagai sebuah lelucon, sebagai usaha untuk membodohi orang-orang, atau untuk alasan lainnya. Gambar di bawah ini yang diambil dari situs resminya merupakan foto diri Helius saat berumur 0.55% saat masih ditahan oleh pemerintah Amerika Serikat.
Satu klaim lain (yang mungkin adalah hoax) bukan berasal dari planet lain, tapi justru berasal dari seseorang di Bumi. Ia mengklaim bahwa dirinya bukan datang dari masa sekarang, melainkan dari masa depan. Namanya adalah John Titor. John Titor adalah nama yang digunakan oleh pengelana waktu dari tahun 2036 yang mem-post tulisan di beberapa forum internet yang berbau perjalanan waktu selama tahun 2000 sampai 2001. Ia membuat banyak prediksi yang ambigu dan kelihatannya palsu tentang kejadian-kejadian di masa depan. John Titor mengklaim bahwa dirinya lahir pada tahun 1998 dan bertugas sebagai tentara Amerika Serikat yang ditugaskan dalam proyek perjalanan waktu oleh pemerintah.
Ia sekiranya dikirim kembali dari tahun 2036 ke tahun 1975 untuk mengambil komputer IBM 5100 yang ia klaim dibutuhkan untuk men-debug berbagai program komputer di zamannya. Ia juga mengklaim beberapa kejadian antara tahun 2005 dan 2037, termasuk Perang Dunia III (diprediksikan akan terjadi pada tahun 2015) yang diikuti oleh dua dekade masa pemulihan, serta tidak adanya lagi Microsoft dan Yahoo! Pernyataan John Titor menyangkut kemampuan IBM 5100 untuk mengemulasi dan men-debug sistem mainframe adalah tepat. Informasi ini sebelumnya tidak diketahui oleh publik, sehingga memunculkan spekulasi bahwa jika yang dikatakannya adalah hoax, maka ia pasti mempunyai hubungan dengan pengembangan sistem ini.
Saat ditanya tentang mekanisme dari perjalanan waktu, ia menjawab bahwa ia bukanlah teknisi. Ia mem-post beberapa gambar mesin waktu miliknya. Saat diminta menyajikan gambar yang lebih baik akan mesin waktunya, ia menjawab bahwa ia bukanlah seorang fotografer. Gambar di bawah ini adalah salah satu gambar mesin waktunya.
Dari sekian banyak hoax yang beredar di masyarakat, kita tidak akan pernah benar-benar tahu apakah itu benar atau tidak. Tidak hanya di negara lain, masyarakat kita pun sering dihebohkan oleh hoax. Di Indonesia banyak kejadian yang cukup menghebohkan menyangkut hoax. Sebut saja surat yang beredar tentang mimpi Sri Paus ataupun pesan yang di-forward di Friendster menyangkut tutupnya situs pertemanan tersebut. Belum lagi video rekaman seorang anak yang dikutuk menjadi ikan pari. Seakan tidak ada habisnya, ada juga pesan di Yahoo! Messenger maupun ke e-mail yang berisi tentang seorang anak yang berpenyakit parah yang membutuhkan pertolongan dengan cara mem-forward pesan tersebut ke orang lain, karena jika tidak dilakukan maka kesialan akan menimpa.
Tidak kalah serunya adalah hoax yang baru-baru ini disebarkan melalui Yahoo! Messenger, yaitu mengenai alarm antipencurian uang ATM. Dikatakan dalam kisah itu bahwa jika ada pelaku kejahatan yang memaksa kita mengambil uang di ATM, maka kita dapat memasukkan pin secara terbalik. Misalnya, jika pin kita 1234, maka kita dapat memasukkan 4321, dan uang tetap dapat diambil dari ATM tersebut. Pada saat itu pula sinyal alarm akan dikirimkan ke kantor polisi sehingga dapat diketahui lokasi kejahatan. Dan memang banyak orang yang percaya dengan kisah itu. Mereka tidak berpikir bahwa jika orang (dan memang pada kenyataannya banyak sekali orang) mempunyai pin yang bersifat palindrom, misalnya 1221 atau 7777, memasukkan pinnya untuk mengambil uang di ATM tiap hari, berapa banyak alarm yang berbunyi di kantor polisi? Come on, para polisi sudah cukup sibuk menyidik masalah-masalah yang tak kunjung selesai disidik. Tidak perlu ditambah lagi kerjaan mereka.
Saya sangat sebal ketika menerima hoax melalui e-mail maupun Yahoo! Messenger. Indeed, there are too many people who believe in superstitions! Jangan heran jika suatu ketika saya memulai sebuah hoax yang menyatakan bahwa ada seseorang bernama Stewart melakukan berbagai mujizat seperti merubah air menjadi anggur di perkawinan di Hotel Mulia atau berjalan di atas air di danau Toba dan jika pesan ini disebarkan dalam waktu 24 jam maka satu keinginan akan terkabul, pesan tersebut pasti akan tersebar cepat. You see what I mean?
Bagi Anda yang langsung mem-forward semua pesan tak jelas, mohon diperiksa dahulu kebenarannya. Jangan asal mem-forward. Tidak perlu saya berdoa di Taman Lawang untuk meminta kekuatan dari The Greater Power untuk mengatasi masalah hoax ini.
Ketidakakuratan berita-berita palsu seperti itu hanya mengakibatkan terbuangnya waktu dan energi saya untuk mengirim email hoax Anda ke Trash Yahoo! Mail Beta ataupun untuk menutup layar chat Yahoo! Messenger dari Anda. I have enough problems already, please do not spare another.
Saturday, July 7, 2007
Dunia Tanpa Agama
Mata kuliah Character Building III: Relasi dengan Tuhan (berkode CB132) telah saya lewati di semester 6 barusan. Dosen saya sering memberikan tugas untuk didiskusikan di forum BiNusMaya. Tugas terakhir yang diberikan beliau adalah tentang relevansi dan peran agama di masa sekarang. Di tanggal dan jam yang kata orang (yang gemar dengan mitos ataupun yang terlalu banyak membaca rubrik astrologi di majalah atau tabloid wanita) hoki dan keramat ini (07-07-07 07:07), saya tergerak untuk menulis kembali dan mempublikasikan tulisan saya mengenai topik diskusi itu. Berikut adalah pandangan saya saat ini mengenai agama.
Warning:
Yang mudah tersinggung jangan teruskan membaca! Silakan close layar Firefox anda. Jika anda belum memakai Firefox, silakan download Firefox di situs ini.
Agama-agama saat ini belum memainkan peran yang tepat dan konkrit dalam menjawab persoalan manusia yang semakin kompleks sekarang ini, baik ragam maupun intensitasnya. Malahan bagi saya yang pragmatis ini, agama justru menambah persoalan manusia. Agama tidaklah relevan lagi dalam hidup manusia saat ini. Alasannya adalah agama-agama yang ada memberlakukan nilai-nilai yang berlaku pada ribuan tahun yang lalu, yang saat ini semakin usang. Modernisasi membutuhkan pola pikir yang baru dan dinamis. Agama-agama yang ada tidak mampu mengikuti perkembangan zaman.
Sebut saja persoalan persamaan gender. Di zaman yang semakin menipiskan perbedaan antara laki-laki dan perempuan saat ini, agama masih saja sempat untuk memilah-milah masyarakat berdasarkan gender. Padahal pembedaan gender yang terjadi dalam agama-agama merupakan hasil kebudayaan zaman lampau yang seharusnya tidak lagi dipraktikkan di zaman sekarang.
Tidak hanya itu saja, masalah mengenai seksualitas dipandang sebagai suatu kejijikan dan hal yang tabu dalam pandangan agama. Hal yang seharusnya merupakan salah satu anugerah terbaik yang diberikan Tuhan bagi manusia, justru dipandang sebagai kekotoran. Poligami yang relevan di zaman dulu tentu saja tidak lagi pantas di zaman ini. Namun, poligami masih saja diusung dan didukung oleh agama.
Agama melarang hubungan seks sebelum menikah. Padahal, di masa sekarang, seks bukanlah sesuatu yang tabu lagi. Tentu saja saya tidak mendukung hubungan seks berganti-ganti pasangan. Namun, bukan berarti saya tidak mendukung seks sebelum menikah. Alasannya adalah justru dengan seks sebelum menikah pasangan manusia dapat melihat dan mengalami kecocokan dalam hal seks. Para ahli saat ini setuju bahwa pernikahan yang langgeng terutama ditentukan oleh faktor hubungan seks. Karena itu, menurut saya, jika setelah menikah barulah pasangan melakukan hubungan seks, maka mungkin saja dialami sexual incompatibility, yang justru akan berbuntut pada perceraian. Justru sejak awallah harus diketahui apakah satu pasangan compatible secara seksual atau tidak.
Perbudakan yang tidak sepantasnya lagi dilakukan saat ini, ternyata masih saja tetap dilakukan dengan dalih aturan agama. Sebut saja di India, yang mayoritas menganut agama Hindu. Salah satu artikel di majalah Kartini bulan ini menceritakan mengenai satu kasta selain empat kasta utama yang sangat terpinggirkan dan bahkan dianggap sebagai manusia binatang. Kaum laki-lakinya dianggap sebagai manusia rendahan dan ciptaan yang cacat. Kaum perempuan masih jauh lebih baik nasibnya, walaupun ujung-ujungnya mereka harus melayani libido para kaum Brahman. For God's sake, people! Inikah yang disebut agama, agama yang menjunjung perbudakan dan menginja-injak martabat insani?
Permasalahan lain adalah agama justru mengkotak-kotakkan manusia. Lihat saja di beberapa daerah di Indonesia. Daerah-daerah yang basis Islam mengusung aturan-aturan agamanya untuk dimasukkan ke peraturan daerah (perda). Di Aceh misalnya, dimana syariat Islam dijadikan aturan bagi masyarakat yang justru plural. Perda syariah bukan satu-satunya. Ada juga perda antimaksiat, anitmiras, antijudi, dan antipelacuran yang telah disahkan di pelbagai daerah yang berpenduduk mayoritas muslim.
Melihat munculnya perda-perda berbau agama itu, Kabupaten Manokwari pun tak mau ketinggalan. Dalam salah satu artikel di majalah Tempo kira-kira 2 bulan lalu diceritakan bahwa perda Injil pun lantas diusung untuk diresmikan. Jika hal-hal seperti ini terus dibiarkan, dalam waktu yang tidak lama, semua daerah akan membuat perdanya masing-masing menurut agama dominan di daerahnya. Menurut saya, biarlah perkara iman berada di ruang privat. Agama, apalagi pemerintah, tidak perlu repot-repot mengaturnya. Akibat dari perda-perda berbau agama tersebut dapat memicu terjadinya konflik horizontal.
Harusnya, agama mengajarkan toleransi yang tulus. Hal ini jelas-jelas kontroversial jika kita melihat fatwa yang dikeluarkan MUI beberapa waktu yang lalu. Isi fatwa itu adalah larangan bagi umat Islam untuk memberi ucapan selamat kepada umat Kristen saat merayakan Natal. Oknum-oknum fanatis yang membawa nama agama seperti itu justru yang membuat toleransi sebagai utopia belaka. Lihat saja kemunafikan para pemuka agama yang jika tampil di depan publik bersama pemuka agama lainnya berseru, "Marilah kita saling mengasihi dan menghormati. Walaupun kita berbeda-beda agama, Tuhan kita sama." Setelah acara tersebut selesai, mereka kembali ke umat mereka dan mengajarkan bahwa Tuhan agama mereka sajalah yang benar dan keselamatan hanya diperuntukkan bagi mereka, sedangkan agama-agama yang lain beserta penganutnya merupakan domba-domba yang hilang sehingga harus diselamatkan dan dipertobatkan. Enough of that crap already! Lihat betapa arogannya manusia-manusia yang ditempa oleh agama: Tuhan pun dijadikan hak milik.
Masalah-masalah yang saya sebutkan di atas hanya sedikit dari problematika yang menyebabkan agama bagi saya tidak lagi relevan saat ini. Agama dipandang hanya sebagai beban yang harus dipikul oleh masyarakat. Para penganut agama bak sapi yang dicucuk hidungnya dan ditarik kemana tuannya mau. Belum lagi maraknya kekerasan dan konflik yang membawa panji-panji agama yang justru merugikan semua pihak. Tidak heran, begitu banyak orang yang saat ini menjadi tidak beragama.
Hanya ada satu solusi mengenai hal di atas bagi masyarakat di zaman ini: hapuskan agama! Nilai-nilai yang sudah usang dan tidak sesuai lagi dengan zaman sekarang harus segera dibuang. Jangan sediakan ruang sedikit pun kekolotan dan hal-hal destruktif yang disebarkan agama. Ajaran-ajaran yang sudah basi tidak perlu diterapkan lagi dalam hidup saat ini.
Agama telah terlalu mencampuri ruang kehidupan bersama. Agama telah merambah ranah kehidupan manusia yang seharusnya tidak boleh diaturnya. Penghapusan agama justru akan dapat melahirkan kebebasan publik. Adalah kerinduan saya untuk melihat sebuah dunia tanpa agama, dimana label maupun pernak-pernik agama tidak lagi bermakna. Argh, I hate labels!
NB:
Ternyata tulisan ini bukan saja di-post pada 07-07-07 07:07, tapi juga pada hari ke-7 (Sabtu)! Seperti Allah beristirahat pada hari ketujuh (Baca kitab Kejadian 2:2), saatnya pula bagi saya untuk istirahat di hari yang (katanya) keramat ini.







