Thursday, April 20, 2006

A Prayer Of A Pastafarian (Doa Seorang Pastafarian)

Artikel di bawah ini merupakan doa yang saya, sebagai salah satu penganut FSM (maaf, itu bukan nama kelainan seksual ataupun gaya seks), panjatkan. Bila Anda juga salah satu penganut FSM-isme, silakan ucapkan doa ini bersama-sama dengan saya.

Caranya:
1. Sediakan semangkuk besar spaghetti bolognaise atau pasta. Kalau tidak tersedia, maka Indomie goreng pedas 2 + telor + kornet dari Heroy terdekat bisa menjadi alternatif.
2. Angkat kedua belah tangan, buka sampai membentuk sudut 90 derajat satu sama lain.
3. Sambil menghirup bau spaghetti slash pasta slash Indomie, pelototkan kedua mata.
4. Ucapkan doa ini dengan nada dasar A = do secara staccato, setengah suara.

Note:
Bila Anda masih merasa kurang jelas, Anda dapat memesan video rekaman saya saat sedang melakukan ritual ini. Jika Anda memesan 2 CD sekaligus, maka Anda berhak mendapatkan bonus tanda tangan saya di cover depannya.


A Prayer Of A Pastafarian


Oh, Almighty Flying Spaghetti Monster
I thank Thee for Thy blessings
You are the creator of the universe
You revealed yourself to Thy prophet, Mr. Bobby Henderson
May he be blessed forever
May he be able to buy his yacht

Thank You for touching me by Your Noodling Appendage
I am so saved
Thank You for willing to send the Savior of mandkind, Macaroni
Let the pirates be more in numbers
So that the global warming is overcome

Help me and all the Pastafarians in the Earth
I pray that the Church of Flying Spaghetti Monster (FSM) is growing bigger
And the FSM-ism is spread all over the world
And the theory of FSM is teached in school along with Intelligent Design and Evolution

Remind me always to ask everyday
"What would Flying Spaghetti Monster do (WWFSMD)?"
So that I can walk in Your wisdom

Ramen



NB:
Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi http://www.venganza.org

Sunday, April 16, 2006

The Truth About Easter Day And Playboy

Saya baru ingat kalau hari ini adalah hari Paskah, atau dalam bahasa Inggris disebut Easter Day. Dimana-mana terlihat jejak-jejak perayaan Paskah, termasuk di status YM! hampir semua teman saya. Blog teman-teman saya pun memuat tentang perayaan Paskah yang mereka alami.

Blog saya ini tidak akan menceritakan tentang Paskah yang saya alami. Saya ingin menceritakan sejarah singkat yang sangat membosankan tentang Paskah, kenapa dinamakan Easter, kenapa identik dengan telur Paskah (Easter Egg), dan juga kelinci Paskah (Easter Bunny). Jangan dulu di-close layar browser Anda. Saya tidak hanya menceritakan tentang hal tersebut. Saya akan menceritakan tentang suatu cerita yang tidak banyak diketahui orang tentang kebenaran Easter Day.

This story began about 2000 years ago. Tentu saja bermula dari seseorang bernama Yesus yang kemudian dianggap sebagai Tuhan oleh para pengikutnya. Dikabarkan bahwa Yesus disalibkan dan mati di kayu salib, kemudian bangkit pada hari yang ketiga (lihat catatan kaki di akhir post ini mengenai hal ini). Hari kebangkitan inilah yang disebut Easter.

Dalam kekristenan Barat, Easter dirayakan para hari Minggu pertama mengikuti bulan purnama pertama setelah vernal equinox (hari dimana lama siang sama dengan lama malam, juga hari pertama musim semi di bagian utara Bumi). Karena itu, bagi gereja Barat, Easter dapat jatuh pada tanggal 22 Maret sampai 25 April. Di kekristenan Timur, Easter dirayakan pada hari Minggu antara tanggal 4 April dan 8 Mei, biasanya seminggu atau lebih setelah Easter gereja Barat.

Perayaan Easter orang Kristen mengikuti kebiasaan-kebiasaan Pagan. Kemungkinan besar, nama Easter diambil dari Eastre, seorang dewi kesuburan Jerman. Perayaan pemujaan Eastre dirayakan para vernal equinox, dimana ada simbol Easter bunny (simbol kesuburan) dan telur-telur berwarna.

Kebiasaan memberikan Easter Egg saat ini dimulai oleh orang-orang Jerman-Amerika. Darimana asal munculnya telur ini? Tentu saja dari ayam. Yang mana yang duluan? Ayam atau Telur? Telur atau ayam? Ah, bukan saatnya membahas hal tersebut di sini.

Yang tidak diketahui oleh kebanyakan orang bahwa, Eastre, dewi kesuburan itu tinggal di Bulan. Kelinci tersebut adalah peliharaannya. Karena itulah di Mesir muncul legenda adanya kelinci di bulan. Orang sering melihat tampak ada sebentuk kelinci di wajah bulan. Itu benar. Mungkin ada berpikir bahwa saya gila dan bahwa di bulan tidak ada kehidupan. Well, kita tidak tahu hal itu, karena Neil Amstrong tidak pernah menginjakkan kakinya di bulan.

Yang lebih menarik lagi, anaknya Eastre, dewi kesuburan itu, adalah Kaguya. Anda yang suka mengenai kebudayaan Jepang atau Anda yang gemar akan manga dan anime pasti tahu siapa itu Kaguya. Dikisahkan, Kaguya adalah seorang putri dari bulan yang datang ke bumi, lahir dari batang bambu, dan dipelihara oleh pasangan suami-istri yang tidak mempunyai anak.

Setelah dewasa, Kaguya dijemput oleh orang dari bulan. Dan tebak, siapa yang menjemputnya? Easter bunny. Hari penjemputan itu bertepatan dengan hari Paskah. Karena itulah, Paskah identik dengan Easter bunny. Dan karena kelinci tidak bertelur, Easter egg bukan berasal dari kelinci itu. Tapi, dari makanan yang diberikan oleh Kelinci itu kepada masyarakat sekitar tempat tinggal Kaguya di Bumi yang berperilaku baik.

Sang kelinci, sebagai utusan Eastre, sering menampakkan diri kepada manusia di bumi. Kalau Anda pernah mendengar kasus tentang pelarian besar-besaran kelinci dari laboratorium penelitian, maka jelas Anda tahu bahwa yang membebaskan mereka semua adalah Easter bunny.

Dia pula yang muncul di hadapan Hugh Fefner, sang pendiri Playboy Enterprises Inc., yang menerbitkan majalah khusus dewasa Playboy, yang akhir-akhir ini ramai dibicarakan oleh masyarakat Indonesia. Terinspirasi oleh kebaikan hati sang Kelinci, dan kecantikan Kaguya, maka diterbitkanlah majalah tersebut dengan logo Kelinci yang berdasi sebagai penghormatan terhadap Easter bunny dan berisi gambar-gambar perempuan tercantik sejagad sebagai penghargaan terhadap kecantikan Kaguya.

Anda mungkin tidak mempercayai cerita saya. Tapi, teori manalagi yang bisa menghubungkan semua kejadian-kejadian yang serupa yang tersebar di berbagai kebudayaan, selain teori tersebut? Jelaslah darimana diperoleh nama Easter, darimana datangnya Easter bunny dan Easter egg, serta terjawab pula pertanyaan: "Why is Easter Day simbolized by an Easter bunny? Does it have something to do with Playboy?"

By the way, Happy Easter to you who festived it.

Footnotes:
1. Silakan hitung jumlah hari dan jumlah malam dari hari Jumat siang sampai Minggu Subuh, apakah 3 hari? Kalau begitu, kenapa disebutkan bahwa Yesus bangkit pada hari yang ketiga?
2. Yang dimaksud dengan bunny dalam "Easter bunny" dan kelinci adalah hare, bukan rabbit.

A Lonely Night Alone

Here I am back! Setelah sempat hiatus selama 3 bulan lebih, saya rindu kembali mengisi blog yang sangat digemari orang ini. Alasan ke-hiatus-an saya simple saja, khusus bagi Anda yang ingin tahu. Kos lama saya tidak menyediakan internet lagi, dan saya tidak punya uang untuk pergi ke warnet.

Good news untuk kita semua: saya sudah pindah ke kos baru, yang menyediakan koneksi internet. Bagi Anda yang ingin mampir ke kos baru saya, alamatnya di Jalan Keluarga, nomornya saya tidak tahu. Yang pasti warnanya bagunannya oranye, berlantai 4, terletak di sebelah kanan jalan jika masuk dari Jalan Keluarga, dan merupakan kos campur.

Hal terakhir yang saya sebutkan penting, malahan sangat penting. Kenapa? Karena saya tidak mau sekos dengan para Homo sapiens berkromosom seks xy semua. Cukuplah saya sendiri sekarang, jangan ditambah lagi dengan para pria-pria kesepian lainnya.

Dan yang lebih menyenangkan, bagi saya tentu saja, adalah saya tidak mendaftar internet. "How come that is good?" you may ask. Well, saya belum selesai menulis. The point is, saya bisa menggunakan internet dari komputer saya, tanpa mendaftar (apalagi membayar) sama sekali. Keanehan terjadi tatkala beberapa hari lalu hujan deras mengguyur Jakarta dengan penuh semangat. Mungkin ada error di server-nya. It's none of my business though. Yang penting gratis! Saya senang, Anda senang, server-nya rugi. Doakan saja, semoga server-nya tidak mengetahuinya, agar saya tetap bisa online.

This saturday night is my lonely night since forever. I have a lonely night alone. Sendirian di kamar kos yang bau, maksud saya kamar kos yang baru, merupakan hal yang agak menyedihkan. Bagi Anda yang juga sendirian di malam mingguan, don't be sad. Ada saya yang bisa menemani Anda, dengan catatan:

SELECT Name, Address, PhoneNo
FROM MsPeople
WHERE Sex = 'Female'
AND Age BETWEEN 17 AND 19
AND Status = 'Single'
AND Address LIKE '%Jakarta%'
GROUP BY Name
ORDER BY Name ASC

Maaf, saking terbiasanya saya dengan coding SQL, blog saya pun jadi ngaco. Masih terngiang di pikiran saya saat Ujian Tengah Praktikum Sistem Basis Data beberapa hari lalu. That's one of the most bastard exams I've ever had.

Sekali lagi, saya mohon maaf. Akibat terlalu stresnya saya, omongan saya pun jadi ngelantur kemana-mana.

Let's back to the topic. Previously on this blog: Loneliness. Saya masih ingat ketika saya pulang ke Manado pada bulan Desember 2005 lalu untuk merayakan Natal dan Tahun Baru bersama keluarga. Saat itu saya mengunjungi SMA saya dulu, the most prestigious high school in Manado: Rex Mundi Senior High School. Tujuan saya kesana adalah untuk mengambil rapor adik saya yang juga bersekolah di sana, sekalian untuk unjuk tampang lagi di sana.

Yang membuat saya terkesan adalah para guru terharu, menangis, dan sangat gembira melihat saya. Saya diarak ke ruang kepala sekolah, dikalungkan rangkaian bunga di leher saya, dielu-elukan bak pahlawan yang baru pulang dari medan perang. Semua siswa lainnya juga turut memeriahkan upacara penyambutan saya yang meriah itu.

REWIND... REWIND...

Maaf, tadi itu hanya angan-angan saya saja. Yang terjadi adalah para guru kaget dan gembira saja melihat saya menginjakkan kaki saya lagi di tempat tersebut. Selama 3 tahun saya menuntut ilmu di sekolah itu, selama 3 tahun pula saya menyumbangkan beberapa piala dan penghargaan untuk sekolah itu. But, that's not the point!

Saya melihat para siswa cowok yang berpakaian celana panjang dan bersepatu kulit hitam, sementara para cewek memakai rok pendek dan baju ber-opacity 40%, canda dan tawa adik saya dan teman-temannya. Semuanya itu mengingatkan saya kembali pada masa-masa saya SMA dulu. Sungguh menyenangkan. Benar kata orang: masa yang paling indah adalah masa di SMA. Untunglah saya tidak menyia-nyiakan masa SMA saya dengan menjadi seorang kutu buku, bercelana kaki botol, duduk diam di kelas, dan tidak pernah jalan-jalan bersama teman. Yang terjadi justru sebaliknya.

Saya memanfaatkan waktu saya dengan mengobrol bersama teman-teman saya, beberapa kali bolos, mengganggu guru, pergi malam mingguan hampir tiap minggu bersama teman-teman, dan toh it turns out great for me, and I'm still have good achievement, if it is not the best. Saya tidak menyesali masa-masa SMA saya.

Berada di antara teman-teman adik saya, dengan mudah saya beradaptasi dalam kelompok mereka, dan dalam sekejap teman-teman adik saya telah mengagumi saya. Not trying to be narcisist, but that's true. I feel like I can get any of the girls there easily. Tapi toh, saya tahu bahwa itu bukan jalan saya. Dan beginilah jadinya kalau terlalu polos: sendirian di kamar kos di malam minggu. Walaupun Bob Marley pernah berkata, "No woman no cry,"it sucks!

By the way, saya baru tahu saat saya berada di Manado, bahwa beberapa teman SMA saya yang seangkatan telah meraih gelar MBA dengan sangat cepat. Memang mengejutkan. Bukan gelar Master of Business Administration yang saya maksud, tetapi Married by Accident. Well, I'm not gonna judge them. That's their life. I just can wish all the best for them.

NB:
Bagi Anda yang telah mengetahui alamat kos saya dan ingin mampir, main, dan berkunjung ke kos saya, kamar saya ada di lantai 3. Jangan lupa, sekalian bawa makanan atau cemilan untuk kita nikmati bersama-sama, karena di kamar saya hanya ada air putih.