Wuih, tak terasa waktu berlalu begitu cepat. Padahal rasanya baru kemarin saya mem-post tulisan saya tentang liburan Natal dan Tahun Baru saya di Manado tahun kemarin. Eh, sekarang sudah hampir tahun baru lagi.
Saya baru saja pulang jalan-jalan dengan teman-teman saya. Rencananya sih pergi makan, tapi ujung-ujungnya jalan ke mall. Tadi kami pergi makan di rumah makan makanan Manado. Sudah lama saya tidak makan makanan Manado. Terakhir kali pada saat saya liburan ke Manado itu. Berarti sudah setahun saya tidak makan makanan Manado.
Makanannya pedas, khas Manado! Tapi enak. Bumbunya benar-benar terasa di lidah. Kami makan sampai benar-benar kenyang. Total bill-nya 265ribu Rupiah. Berarti rata-rata seorang makan seharga 65ribuan. Ternyata teman saya yang bayar. Wah, beruntung juga saya ikut jalan dengan mereka. Ternyata dia baru saja menang taruhan bola. Kalau tahu gitu, harusnya saya pesan es kacang duriannya tadi. Arrgh, inilah jadinya kalau mau diet. Masalah duit bukan masalah sebenarnya bagi saya. Toh, sebentar lagi saya bakal terima duit juga hasil kerja proyek Java. Tapi, yah, memang karena ingin diet, makanya saya tidak memesan es kacang duriannya.
Akhirnya kami pergi ke Senayan City. Waktu masuk Debenhams, mata saya tertuju ke bagian bantal dan guling. Betapa inginnya saya membeli bantal dan guling yang sedikit lebih berkualitas. Maklum, di kos bantal dan guling saya mereknya Canon. Anak-anak kos pasti tahu merek itu. Soalnya hampir semua kos yang menyediakan bantal dan guling pasti menggunakan merek itu. Bantal dan guling yang dijual abang-abang yang jalan pakai gerobak di sekitar kampus. Cepat sekali hilang keempukannya. Saya yang suka sekali tidur merasa tidak nyaman memakai bantal yang tidak lagi empuk.
Bantal dan guling merupakan salah satu harta berharga bagi saya. Soalnya saya waktu nonton film pasti sambil tiduran. Membaca pun sambil tiduran. Tidur, ya pasti sambil tiduran. Dengan banyaknya pekerjaan saya (makan, tidur, dan nonton), maka saya membutuhkan bantal dan guling yang nyaman untuk melepas lelah. Apalagi saya bakal terima duit kok. Apa gunanya kerja capek-capek tapi tidak dimanfaatkan duitnya untuk hal-hal yang penting? Makanya, saya beli saja 1 bantal dan 1 guling. Lagipula, tadi memang ada diskon 70%! Makanya saya berani ambil yang berkualitas bagus.
Pulang ke kos, rapiin tempat tidur, ganti seprai, sarungin bantal dan guling baru. Saatnya merasakan empuknya bantal dan guling baru sambil nonton X-Files Season 1 sambil tiduran. Kebetulan tadi juga sempat beli kue dari rumah makan Manado tersebut. Wah, bahaya! Diet saya gagal hari ini. Yah, tahun depan saja.
Memang saya punya beberapa resolusi untuk tahun 2007 nanti. Yang pasti tahun 2006 ini merupakan tahun yang cukup bermakna bagi saya. Banyak pengalaman baru yang saya alami. Waktu Natal kemarin, saya dan ayah saya pergi ke Bandung liburan. Nginap di hotel 3 hari 2 malam. Waktu ke banyak factory outlet di sana, saya kok tidak tertarik satu pun dengan pakaian-pakaian yang ada. Tidak eye catching bagi saya. Pada saat perjalanan pulang ke hotel, mata saya menangkap sebuah tulisan yang membuat hati saya bergejolak: SURF! Turun ke bawah sedikit lirikan saya, jantung saya hampir melompat melihat tulisan di bawahnya: SALE UP TO 80%! Nah, ini dia yang eye catching bagi saya.
Saya memang suka baju-baju yang dijual di surf clothes store seperti itu. Maka keesokan harinya langsung saya minta ayah saya tancap gas ke toko tersebut. Saya dibelikan 3 baju oleh ayah saya. Saya juga beli 1 celana pendek pakai duit saya sendiri. Malamnya kami ke mall, dan ada juga toko baju surf yang lain di sana. Saya beli 1 baju pakai duit sendiri. Saya merasa tidak enak kalau minta lagi ke ayah saya. Besoknya, saya mampir lagi ke toko surf yang pertama saya kunjungi, dan membeli 1 baju dan 2 celana lagi. Lagi-lagi pakai duit sendiri. Tidak apa-apa pikir saya, toh nanti juga terima duit hasil mengajar 4 bulan.
Dan akhirnya, sekarang saya merenung, saya setiap akhir tahun boros sekali. Duit yang saya terima pasti habis. Biasanya habis untuk beli makan yang enak-enak. Tapi sekarang mendingan, karena habisnya di objek yang kelihatan bentuk nyatanya dan bisa dipakai lama. Tidak apa-apa pikir saya, toh saya kerja susah-susah hasilnya kalau tidak dinikmati buat apa. Saya tidak mau seperti seorang teman saya, kerja keras sekali, tapi pelitnya setengah hidup. Mau makan saja ngirit. Yah, memang mungkin itu gaya hidupnya. Who am I to judge?
Finally, I want to wish you all Merry belated Christmas 2006 and Happy coming New Year 2007. Semoga Tuhan-tuhan kita melindungi dan memberkati kita selalu.
Saturday, December 30, 2006
Last Days Of 2006
Inscribed by
Stewart
at
11:17 PM
Subscribe to:
Post Comments (Atom)








0 comments:
Post a Comment