Saturday, November 5, 2005

Changes Make Me Better

EXPO HIMTI 2005 telah berakhir. Itu berarti, berakhirlah masa-masa penderitaan saya sebagai salah satu koordinatornya. It’s not just that, anyway. Hal ini pun berarti, berakhir pula masa-masa bahagia yang saya alami saat menjalaninya.

Kerugian yang saya alami tidaklah terhitung. Waktu, tenaga, dan uang telah saya hamburkan untuk EXPO. Waktu saya sangat tersita untuk menjalani EXPO itu. Tidak ada hal lain yang sempat saya lakukan. I was really tired. Tapi setidaknya kelelahan itu bermakna cukup banyak bagi saya.

Well, at least, the lead paragraph above has explained enough about my hiatus from this blog for a short time.

Saat ini saya merasa senang. Ada dua hal yang menyebabkan hal tersebut. Pertama, mid-test praktikum telah saya lewati. Dan kedua, masa liburan telah datang. Artinya, masa-masa bahagia untuk bersantai dapat saya alami kembali.

Belakangan ini saya banyak menghabiskan waktu saya dengan tidur. Ya, tidur! Bagaimana tidak, saya ingin melampiaskan hutang saya pada tempat tidur dan bantal saya, yang selama EXPO jarang saya gunakan, kecuali pada malam hari. Padahal, mereka pun membutuhkan saya pada saat siang dan pagi hari.

Karena itu, pada kesempatan ini saya ingin menyampaikan permintaan maaf saya secara resmi kepada kamar, tempat tidur, dan bantal saya karena sempat saya jarang menggunakan mereka.
I've been thinking a lot recently. My mind is full of thoughts. It’s true! Saya sedang mengalami apa yang saya sebut sebagai masa transisi dan perubahan.

Setelah EXPO berakhir, bahkan sebenarnya sebelum EXPO dimulai pun, saya telah berpikir untuk mengajukan pensiun dini saya dari HIMTI.

Banyak hal yang menjadi pertimbangan untuk mengambil suatu keputusan yang menurut saya akan sangat berpengaruh pada kehidupan kuliah saya di masa-masa yang akan datang. Dan ada begitu banyak pula orang-orang di sekeliling saya yang mengharapkan saya berbuat sebaliknya.

Saya adalah orang yang sangat menjunjung perkataan terbalik John F. Kennedy, yang biasanya saya ubah sedikit subyeknya tergantung situasi, yaitu: "Ask not what you have given to HIMTI, but ask what HIMTI has given to you".

Kutipan itulah yang seharusnya mendasari apa yang harus saya jalani dan saya lakukan. Tapi lucunya, kadang kala ungkapan itu tidak berlaku, karena saya begitu murah hati dan terlalu baik. And you know what? Finally, I decided to reviewed my decision and postponed my resignation. That’s pathetic!

Mungkin anda berpikir bahwa saya terlalu egois dan mementingkan diri sendiri. Tapi, cobalah berpikir dari sudut pandang saya, jika sesuatu yang saya jalani tidak berguna bagi diri saya, apakah saya harus tetap menjalaninya? Pepatah lama mengatakan, "Bahkan keledai pun tidak pernah terperosok ke dalam lubang yang sama untuk kedua kalinya".

Mungkin sebaiknya, anda pun harus memikirkan kembali tentang apa yang anda lakukan, apakah itu bermanfaat bagi diri anda sendiri atau tidak. "Enjoy it, or leave it!" itu saran dari saya, bukan hanya untuk anda, tapi juga bagi diri saya sendiri.

So many people want changes in their life, while some other people don't. Actually, we ALL need a change in our life. However, most people are scared to face the change.

Banyak orang berkata dan mungkin hanya sampai di pikiran, bahwa saya telah berubah. Yes, I admit it. I've changed a lot. Saya mengalami suatu perubahan orientasi. Don't think that this is about my sexual orientation. You should know that I'm STILL straight. Perubahan orientasi yang saya maksud adalah perubahan terhadap cara berpikir dan cara pandang saya terhadap sesuatu.

Sesuatu itu bukan hanya dalam hal-hal yang lebih kecil, tapi dalam hal yang lebih besar dan juga tentang sesuatu yang religius. Orang yang dulu mengenal saya, mungkin akan sangat terheran-heran sambil menggeleng-gelengkan kepala melihat perubahan yang telah saya alami.

If you don't know what changes I've been through, please don't even think to ask about it. Well, saya merasa cukup bahagia dengan keadaan saya saat ini. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan dan tidak ada yang perlu dirisaukan.

Oh, there are so many things I’d like to say about how my feelings and thoughts are right now. Tapi, keterbatasan bahasa, atau mungkin keterbatasan kemampuan saya dalam mengungkapkan hal tersebut dalam bahasa, yang menghalangi saya untuk menuangkan semuanya melalui tulisan.

Lastly, there are times where changes must be seen as common things – as graces, not as curses. Lagipula, perubahan ini adalah perubahan yang seharusnya membuat saya menjadi lebih baik. Pray me so that I can decide a right thing for myself. And if someone asks how I feel now, I’ll say, “Yes, changes make me better!” Thus, my life goes on, as if nothing ever happened before.

NB:
Selamat Idul Fitri bagi yang merayakan.
Mohon maaf lahir dan batin.

5 comments:

MaQ said...

Changes are good.
Saya dulu juga orang yang anti perubahan, lebih suka dengan status quo, keadaan saat itu yang mana saya rasa "aman" dan "nyaman". But things change, if I dunn change, I will get left behind. And w/o my notice, I've changed...

Tentang perubahan dalam bidang religi itu, kapan mau diceritain di blog? :P As far as I remember, you still owe me [and others, perhaps?] that one :D

Last, tentang hal yang tidak boleh dibicarakan itu [LOL..], I won't motivate you, since I dunn think it will work :P Just find a reason...
A reason that keeps you to stay.

Argh.. it begins to sound g*y.

I'm out ~_~

RYKERS said...

walah kyapa ngana pe blog nyanda pernah update lagi? ngana ad ym nyanda? ngana sering ol biar torang boleh ba chat.

Stewart said...

@rykers: berhubungan sebelumnya saya sibuk belajar untuk ujian mid semester, saya tidak bisa meng-update blog ini sebelumnya. Well, nantikan saja tulisan saya selanjutnya dalam waktu yang cukup dekat... :D

Xander said...

Whow ste, lama gak liat2 blog, btw change makes us better, i dont think that all changes can make every people feel better. Tapi keadaan aku saat ini memang belum berani untuk melakukan perubahan, masih dalam keadaan yang ragu-ragu. Perubahan seperti apa yang akan aku jalani dan seperti apa dampaknya. Mungkin memang sudah saatnya buat berubah ya ste..

MaQ said...

Changes are good.
Saya dulu juga orang yang anti perubahan, lebih suka dengan status quo, keadaan saat itu yang mana saya rasa "aman" dan "nyaman". But things change, if I dunn change, I will get left behind. And w/o my notice, I've changed...

Tentang perubahan dalam bidang religi itu, kapan mau diceritain di blog? :P As far as I remember, you still owe me [and others, perhaps?] that one :D

Last, tentang hal yang tidak boleh dibicarakan itu [LOL..], I won't motivate you, since I dunn think it will work :P Just find a reason...
A reason that keeps you to stay.

Argh.. it begins to sound g*y.

I'm out ~_~