Akhirnya novel yang saya beli di toko buku Gramedia Citraland berjudul Ungu Violet selesai saya baca. Novel ini saya baca saat saya tidak ada pekerjaan yang harus saya lakukan, dan sambil tidur-tiduran atau sebelum tidur di kamar kos saya.
Novel ini sendiri merupakan adaptasi dari film yang berjudul sama. Dikarang oleh penulis bernama Miranda, novel ini menyajikan suatu kisah percintaan perkotaan. Seorang laki-laki yang bekerja sebagai fotografer menemukan sesosok objek foto yang dianggapnya calon bintang masa depan. Gadis tersebut adalah seorang penjaga loket tiket busway.
Mereka berdua pun jatuh cinta. Namun, sang laki-laki menyatakan bahwa mereka tidak dapat bersama, setelah mereka berdua berciuman di apartemen sang laki-laki. Kecewa dan terluka, itulah yang dialami sang gadis. Ia tidak tahu bahwa keputusan yang diambil sang pujaan hati dikarenakan oleh kondisi kesehatan sang laki-laki yang buruk. Sang lelaki menderita penyakit kanker otak stadium 3, yang berarti bahwa umurnya divonis kurang dari 2 tahun lagi.
Sakit yang dialami laki-laki tersebut membuatnya kacau dalam pekerjaannya. Ia pun dipecat dari kantornya, dan akhirnya menjadi fotografer freelancer. Sang gadis pun akhirnya menjadi seorang bintang tenar, yang sangat sibuk dan ingin dinikahi oleh manajernya. Namun, sang gadis tidak memiliki perasaan cinta terhadap manajernya itu.
Suatu waktu, kedua pecinta yang tetap memendam perasaan cintanya itu bertemu dalam suatu acara. Namun, sang gadis tertabrak mobil yang mengakibatkan kedua matanya buta. Umur sang laki-laki pun mendekati akhirnya. Sang lelaki meninggal dan sang gadis mendapat donor mata dari seorang gadis kecil yang mengidolakannya dan terbaring sakit di rumah sakit yang sama tempat sang gadis dirawat.
Novel ini memang cukup mengharukan. Akhir cerita yang menurut saya tergolong "sad ending" karena kedua pecinta tidak dapat bersatu, benar-benar membuat saya sedih. Perkiraan saya bahwa sang lelakilah yang akan mendonorkan matanya, terbukti salah.
Pertanyaan terbesar saya setelah selesai membaca novel ini tetap tidak terjawab secara memuaskan. "Mengapa novel ini diberi judul Ungu Violet?" Padahal Ungu Violet itu sendiri diceritakan dalam novel ini hanya sebagai satu buah lagu yang disukai oleh sang gadis. Ungu Violet sendiri hanya disebutkan sekitar 5 kali dalam novel ini, kalau saya tidak salah menghitung.
Tidak jelas memang. Ungu Violet menurut saya bukan esensi dan tema dari novel ini yang patut untuk dijadikan judul. Saya tidak tahu apa pertimbangan dari sang penulis skenario film Ungu Violet yang menamakan filmnya Ungu Violet. Apa hanya untuk terdengar keren dan memberi kesan romantis-dramatis?
Wednesday, September 7, 2005
Ungu Violet
Inscribed by
Stewart
at
5:32 PM
Subscribe to:
Post Comments (Atom)








5 comments:
kalo gak salah nih, judulnya ungu violet karena itu adalah warna perpaduan dari warna baju yang dipake dua karakter utamanya..
@primadonna: kok gw baca di novelnya justru karna denger lagu berjudul Ungu Violet ya? Kayaknya ga pernah disebutin tentang warna baju deh... --"
Setau gw ada bagian2 dr ceritanya yaitu pas bagian si gadis buta. yg dicontek dr adegan video klip buatan Korea.
eh tp ga tau jg deh.. kayanya gw salah info deh
@anonymous: emang sih katanya Ungu & Violet itu niru film korea. Apa gitu judulnya. Ga tau deh bener apa engga. Btw, anonymous ini siapa ya? ngasih url-nya dong... :d
Post a Comment