Setelah bingung dan pusing memikirkan ide untuk menulis di blog ini, akhirnya saya menjadi orang yang teriluminasi dengan satu ide yang cemerlang saat saya mandi malam ini. Ide tersebut bukan tentang mandi dan bukan sesuatu yang berhubungan dengan kamar mandi.
Ide tersebut adalah, "Apa yang harus kita lakukan terhadap orang-orang yang bodoh (baca: bego)?"
Entah apa yang saya pikirkan saat mandi sehingga saya mendapat ide liar seperti itu. Tapi apalah daya saya. Saya menganggap ide yang justru muncul tiba-tiba seperti itu adalah wangsit yang tidak boleh dilewatkan. Maka jadilah tulisan ini...
Pernakah kita berpikir jika semua orang di dunia ini pintar? Apa yang kira-kira akan terjadi? Semua orang sama pintarnya. Akibatnya, kita tidak bisa lagi mengejek dan menghina orang lain. Sangat tidak menyenangkan bukan?
Maka bersyukurlah kita yang hidup di dunia seperti ini. Setiap orang memiliki tingkat kecerdasan yang berbeda. Tidak ada dua orang yang memiliki kepandaian yang sama persis. Bahkan dua anak kembar identik sekalipun memiliki tingkat kecerdasan yang berbeda.
Maka, bila dikategorikan secara umum, di dunia ini ada dua jenis orang berdasarkan kepandaiannya. Sederhana saja menyebutnya. Orang pandai (smart people) dan orang bodoh (stupid people). Mungkin terlalu gamblang saya membaginya. Tapi itulah kenyataannya. Itulah stereotip yang dianut oleh masyarakat.
Apa karakteristik orang pandai? Bayangan saya seperti berikut.
Jago matematika.
Fasih berbicara dalam lebih dari dua bahasa.
Dapat menggunakan berbagai macam program komputer.
Luwes memainkan piano atau biola.
Berkacamata tebal.
Mungkin agak sedikit berbeda dengan bayangan yang ada di kepala anda. Tapi itu bukan masalah. Sekarang kita lanjutkan ke karakteristik orang bodoh.
Bicara tergagap-gagap.
Penampilan urakan.
Selalu kebingungan di sekolah.
Makan dengan rakus.
Aneh ya penggambaran saya? Tak apa-apa. Itu hanya imajinasi saya. Anda tentu saja bisa berimajinasi secara berbeda.
Sekarang anggaplah diri kita sebagai orang pintar yang berhadapan dengan orang bodoh. Pasti kita akan sebal jika bekerja bersama dengan orang bodoh. Kita jengkel karena mereka tidak bisa apa-apa, mengerjakan segala sesuatu secara asal-asalan, tidak ada yang dikerjakan berhasil.
Ingin rasanya mendamprat mereka.
Memaki. Memukul. Meludahi mereka.
Mengumpat. Menendang. Menginjak mereka.
Tapi, kita bukanlah orang pintar - setidaknya, saya bukan orang pintar. Jika kita masih merasa pintar, mungkin kita tidak sepintar yang kita bayangkan.
Kadangkala saya jengkel pada orang yang bodoh. Kadangkala saya pun jengkel pada orang yang pintar. Saya bukan orang yang bodoh dan saya pun tidak pintar.
Saya tidak menganggap diri saya sempurna, dan memang saya tidak sempurna. Saya tidak berhak dan tidak pantas menilai dan menghakimi orang lain. Seringkali memang kita menilai orang dari tingkat intelejensianya saja. Kasihan memang orang yang hanya mengandalkan kepintarannya dalam hidup. Kepintaran bukanlah segala-galanya.
Akhirnya, kembali pada pertanyaan awal, "Apa yang harus saya lakukan terhadap orang-orang bodoh?" Saya akan membela mereka di hadapan orang-orang yang (mengaku dirinya) pintar.
Friday, September 9, 2005
Stupid People
Inscribed by
Stewart
at
12:01 AM
Subscribe to:
Post Comments (Atom)








12 comments:
segalanya bukanlah segala-galanya...
orang pintar baca Story of Life
orang bodoh juga baca Story of Life
@altroz: anda benar... maafkan say yang keliru menggunakan kata yang benar.
lho... bukan itu maksud saya...
maksud saya.. bukan harta, bukan kepintaran, bukan apa-apa, bukan segalanya. jadi saya menarik kesimpulan, "segalanya bukanlah segala-galanya..." begitu ^^
huahuahuahua... maafkan saya yang salah mengerti kalimat anda... stupid me...
Ide tersebut adalah, "Apa yang harus kita lakukan terhadap orang-orang yang bodoh (baca: bego)?" --> They are irritating, sometimes...
/meh? Ignore 'em selama tidak merugikan siapa2. Toh saya juga tidak selamanya pintar :D
@maq: ga ngerti inti dari tulisan gw ya? gw bukannya mo menjelek2an lho... baca baik2, pahami, dan resapi sampai dikau mengerti maksud daku... ;p
ini mandinya pasti lama. yg ngantri ngedumel ga?? :)
cerfet itu cerita estafet. mau tau lebih banyak lagi? silahkan main ke galeri kreasi blogfam. :)
cerfet yg baru (bayang hitam) akan ditulis oleh 8 penulis.
Hohoho... (^o^)
Keren juga tuh teriluminasi pas mandi, mikirin fakta simpel yang bener2 relatif (teori relativitas ni?)
@sa: mandinya emang benerlama. untungnya ga ada tuh yang ngantri mandi... hehehe...
@chris: iya bener. kan mengenai pintar dan bodoh juga relatif.
kecerdasan adalah membuat distingsi yang semakin besar...
masalahnya sistem sekolah kita hanya mengakui 1-2 jenis kejeniusan saja...maka disitulah tercipta kata "bodoh"...jadi menurut saya yang paling BODOH adalah sistem sekolah kita sendiri...yang ada sebenarnya bermacam-macam orang yang punya kejeniusan yang berbeda-beda...
nb:saat ini saja sudah ditemukan 30-an jenis kejeniusan dan diperkirakan akan terus bertambah.
@anonymous (yang saya yakini dan semakin yakin adalah Billy): tentu saja anda tidak bisa sepenuhnya menyalahkan SEKOLAH. Bukan di Indonesia saja terdapat pembedaan antara murid-murid yang lebih bisa menyerap pekalajar dan yang kuran bisa menyerap pelajaran. Bahkan di luar negeri pun demikian. Stereotip masyarakat yang telah mendarah daging tentang pengertian kecerdasan dan tingkat intelejensia berdasarkan IQ saja sangatlah sulit untuk dirubah. Perlu adanya sosialisasi menyeluruh yang mungkin bisa dimulai dari kita masing2. Memang kita bukanlah psikolog yang mampu menjelaskan fenomena tingkat kesadaran masyarakat akan adanya pembodohan masal ini.
huehehehe... jagoan dapet idenya... ternyata anak blogfam juga yah... lam kenal. gw bram dari www.qinkqonk.com. iyta neh kalo gw ndiri ide suka muncul tiba2.. tapi internet entah ke mana,jadi aja numpuk jadi abu di kepala... huhhhh
Post a Comment