Insting atau naluri kadang-kadang diperlukan untuk memutuskan sesuatu. Dan insting itulah yang kadang-kadang justru menyelamatkan nyawa manusia. Lepas dari bahaya karena insting telah banyak dialami oleh para saksi hidup.
Mungkin insting itulah yang juga menolong saya untuk tidak mengalami kejadian buruk. Kejadiannya berlangsung pada hari Kamis, 8 September 2005. Selesai kuliah Analisis dan Perancangan Sistem pukul 06.00, saya pergi membeli printer baru bermerek Canon Pixma di sebuah toko komputer yang berlokasi di bilangan Syahdan.
Malam pukul 07.00 di kos, 2 orang teman sekos saya mengajak untuk pergi ke Bliss. Katanya ada acara khusus buat mahasiswa BiNus, Trisakti, dan UnTar, sehingga kita bisa masuk gratis, tanpa first drink tentunya. Sebenarnya saya tidak capek malam itu.
Ingin sih pergi ke Bliss, mengingat bahwa saya belum pernah pergi ke Bliss. Perasaan penasaran tentang bagaimana keadaan di Bliss ada dalam benak saya. Saya sudah mulai terbiasa dengan kehidupan malam.
Club malam, diskotik, kafe, dan pub, mulai saya kunjungi sejak semester 2 saya kuliah di BiNus. Diskotik pertama yang saya kunjungi di Jakarta adalah X-Lounge dan Vertigo di Plasa Semanggi. That was a very exciting experience, I think.
Begitu juga waktu saya ke Yogyakarta saat liburan semester 2. Hughos Cafe adalah pilihan yang cukup baik. Waktu itu, Shanty dan Andi /rif sedang perform. Salah satu keganjilan di Hughos adalah, lampunya sangat terang. Tidak biasanya untuk ukuran suatu diskotik yang ramai dikunjungi orang.
So, di awal perkuliahan semester 3 ini, saya sebenarnya ingin sekali-kali pergi clubbing. I like going to clubs. Karena itu, saya ingin ke Bliss, apalagi mendengar iming-iming kata "gratis".
Tapi entah kenapa, malam itu saya tidak terlalu bersemangat. Perasaan tidak enak melanda saya. Setelah berpikir sekian waktu, saya akhirnya memutuskan untuk menolak ajakan mereka. Faktor lain yang membulatkan keputusan saya saat itu adalah saya ingin ke warnet untuk meng-update blog saya.
Maka, tinggallah saya di kos.
Pukul 11.30 malam saya pergi ke warnet. Meng-update blog dan mengecek e-mail adalah pekerjaan wajib saat saya berhadapan dengan internet. Selain itu, malam itu saya berusaha mencari link teman lama saya. Ternyata saya belum beruntung, karena tidak mendapatkan informasi apa-apa tentang teman saya itu.
Singkat cerita, besoknya, sebelum saya pergi mengajar trial class di Titans, saya mengobrol dengan sala satu teman sekos saya yang pada malam sebelumnya pergi ke Bliss. Dan ternyata ceritanya sangat mengejutkan saya.
Malam itu di Bliss terjadi kericuhan dan keributan besar. Teman-teman saya banyak yang terlibat perkelahian di sana. Saya tidak tahu persis masalah apa yang menyulut keributan itu. Yang jelas, mobil pacar teman saya rusak kacanya dan teman saya yang lainnya wajahnya bengkak dikeroyok orang.
Lebih menyeramkan lagi, kata dia, ada mahasiswa yang sempat mengeluarkan pistol dan samurai. Sangat berbahaya! Untung akhirnya polisi datang. Dan untungnya lagi, teman-teman saya tidak ada yang diciduk dan dibawa ke kantor polisi.
Hal inilah yang membuat saya kadang-kadang tidak merasa nyaman saat berada di lingkungan bar. Orang-orang tak dikenal yang overdrunk, bahaya narkoba, dan tersundut rokok adalah hal-hal yang saya takutkan.
Karena itulah, saya langsung bersyukur kepada Tuhan, kepada insting saya, dan kepada internet. Terbukti, insting adalah salah satu faktor yang menyelamatkan saya untuk tidak tidak terlibat dalam kerusuhan tersebut.
Saturday, September 10, 2005
Good Insting
Inscribed by
Stewart
at
11:35 PM
Subscribe to:
Post Comments (Atom)








4 comments:
Wah wah... Emang bener... gue juga dulu pernah kayak gitu Ste. Hari Sabtu (gue inget banget), abis pulang dari gereja, rencananya, gue, mama gue, ama koko gue mau pergi ke kota (namanya Teluk Betung). Tapi abis pulang dari gereja, gue mgomong ke mama gue klo gue ga mau ikut karna males bngt. Abis itu gue dimarahin de... Ya uda, pergilah mama ama koko gue, ternyata.... koko gue nabrak orang... mana gue sendirian lagi di rumah. Papa gue ada di Jkt absi selesai operasi mata. Gila.. gue dyok banget... tapi, insting emang ga terduga...
@bed: wew... emang kalo feeling itu kuat en insting bener2 lagi kuat, sebaiknya diturutin. karna biasanya itu adalah pertanda...
o stew qt le ada insting kuat skali...suatu hari qt mo badola oto... tiba2 ada satu oplet yang akan lewat dan secara tiba2 pula qt punya insting langsung secepat kilat memperingatkan saya kalo sebaiknya saya naik oplet tersebut... waktu saya naik hanya saya sendiri saja dalam oplet tersebut... saya juga tidak tahu kenapa saya naik oplet itu.. tapi saya turuti saja perasaan saya..
setelah beberapa menit saya sendiri tiba2 serombongan anak2 smu (cwk2 n gaga)naik dan salah satunya adalah kenalan saya... saya pun langsung berkenalan dengan mereka semua...
saya tidak tau apa itu peristiwa yang bagus atau tidak...karena sejak kejadian itu hp saya penuh dengan sms "menggoda"...
menurutmu....
@anonymous (yang saya yakin 100% adalah Billy, mengingat bahasa campur-campurnya dan gaya menulisnya yang sangat khas dan selalu saya ingat di kepala saya): saya pikir, kejadian yang anda alami itu pun adalah contoh insting anda yang sangat kuat. Apalagi anda selalu terkenal dengan kebiasaan playboy anda. Tentu saja angkot yang lewat pun bisa membuat insting anda bekerja dengan baik. Saran saya: asah terus insting anda, tapi jangan cuman sampai kenalan dan menerima sms menggoda saja, tapi langsung tanam saham atau balas dengan sms yang lebih bikin si dia lebih turn on! (you know what I mean lah!)
Post a Comment