Wednesday, September 21, 2005

Friendster Does Help Me In Friendship

Saya menganggap pertemanan adalah sesuatu yang baik dan harus dipupuk, agar bisa bertumbuh dan kemudian berbunga. Begitu banyak media dan sarana untuk berteman. Sejak saya duduk di bangku SD di suatu daerah terpencil nun jauh di Tobelo, Maluku Utara (akibat seringnya ayah saya dimutasi akibat tuntutan pekerjaannya sebagai pegawai negeri sipil), saya sudah menjalin hubungan pertemanan dengan orang-orang yang tidak saya kenal.

The medium is correspondence. Hal ini disebabkan oleh kegemaran saya membaca sejak kecil, karena mungkin sejak masih biru sudah disuguhi majalah Bobo oleh ibu saya. Melalui Bobo itulah, saya mengetahui alamat beberapa anak kecil juga (karena saya pada waktu itu juga masih kecil tentunya) dan saya pun mulai berkorespondensi.

Sahabat pena saya tersebar di berbagai penjuru Indonesia, bahkan sampai ke luar negeri. Dari hobi ini jugalah saya menjadi seorang filatelis. Ada sahabat pena saya yang berasal Kalimantan, Jakarta, Palembang, bahkan ada juga dari Jepang. Yang dari Jepang ini mungkin tidak perlu dihitung oleh karena dia tidak pernah membalas surat saya, mungkin karena tidak mengerti apa yang saya tulis dalam surat tersebut.

Namun, hobi korespondensi hanya bertahan sekitar 2 tahun saja. Sejak saya pindah ke Manado, Sulawesi Utara, saya tidak pernah lagi melakukan kontak dengan sahabat-sahabat pena saya tersebut.

Waktu saya menjadi seorang siswa berseragam putih abu-abu, saya mulai mengenal suatu jaringan pertemanan di internet, yang bernama Friendster. Situs ini pertama kali saya tahu pada saat saya duduk di bangku kelas 3 SMA. Memang pada waktu itu, Friendster baru mulai naik daun dan booming di Indonesia.

Singkat cerita, saya pun akhirnya membuat account di Friendster - the same account until now and still the one since it is not full yet. Saya pun sering pergi ke rumah seorang teman yang tinggal dekat rumah saya dengan tujuan memakai koneksi internetnya untuk mengakses situs ini. And then, I become obsessed with this site.

Saya mulai dari teman-teman satu sekolah saya yang telah mengenal Friendster. It's really simple. Saya tinggal melakukan proses searching menggunakan keyword nama lengkap atau alamat e-mail, maka saya bisa melihat account teman saya. Bisa juga dengan mencarinya secara manual melalui gallery yang telah disediakan dengan kriteria pencarian yang bisa di-customize.

Sedikit demi sedikit jumlah teman-teman saya di Friendster semakin banyak, karena semakin banyak pula teman saya yang mulai membuat account di Friendster. Berbeda dengan teman-teman saya lainnya, yang meng-add orang-orang yang tidak dikenal untuk kemudian berkenalan (most of them are boys who look for hot and pretty girls), saya hanya meng-add orang-orang yang saya kenal.

Well, memang tidak 100%. Ada beberapa orang yang tidak saya kenal sebelumnya, yang saya add karena saya tertarik dengan profile-nya, dan ada pula yang serta-merta meng-add saya (dan tentu saja sebagai orang yang sangat mendukung pertemanan, saya tidak mungkin me-reject-nya).

Friendster membantu saya untuk tetap berhubungan dengan teman-teman saya. Bahkan, kadang ada teman yang telah sangat lama tidak bertemu dengan saya, tiba-tiba saja meng-add saya di Friendster. Begitu pula sebaliknya. Friendster does help me in finding my old and lost friends.

Sekarang Friendster telah berkali-kali mengganti tampilan. Berbagai fitur baru pun telah ditambahkan untuk menarik lebih banyak pengguna, mulai dari classifieds (info untuk lowongan pekerjaan), groups (forum untuk para penggunanya), sampai blog (diari online seperti yang saat ini anda baca). Wow! That's really a good offer for a free service.

If you take a look of my profile in Friendster, you will see that Friendster helps me show the narcissistic side of my inner-self. Semua yang saya banggakan dicantumkan di sana, mulai dari buku-buku kegemaran, kepribadian, sampai daftar keanggotaan saya di berbagai institusi.

Belum lagi 79 testimony yang menghiasi profile saya tersebut. A half of those testimonies are in Manadonese. Harap maklum, teman-teman saya tidak menyadari bahwa saya sangat terkenal di mana-mana dan mereka tidak menyangka bahwa profile saya akan dibaca oleh begitu banyak orang dari berbagai penjuru dunia, sehingga mereka menulis testimony dalam bahasa planet yang tidak bisa dimengerti oleh banyak orang. But, thanks anyways for their chance of writing my testimony.

Setengah testimony lainnya ditulis oleh teman-teman saya lainnya yang saya kenal sejak saya berdiam di Jakarta. Berbagai pujian, ungkapan salut, makian, cercaan, dan yang terpenting penggambaran diri saya dari kacamata mereka saya approve. Tidak ada satu pun yang saya reject. Dan sampai sekarang, jumlah teman first degree saya adalah 370 orang.

Tapi, ada satu hal yang cukup menggelitik saya. Fitur sites search yang disediakan oleh Friendster memang banyak digunakan oleh para pengguna Friendster. Dalam popular searches in Stewart's network, muncul list sebagai berikut:
1. tanpa bh
2. rok tersingkap
3. pengalaman bercinta
4. ramalan jodoh
5. penismu
6. 17tahun.blogspot.com
7. yenny ho
8. tanpa cd dan bh
9. tips on dating
10. night club clothes

Itu artinya, dari 370 teman saya, begitu banyak yang melakukan pencarian di atas. Entah apa tujuannya. Hanya sekedar mencari informasi, referensi, atau menjadi obyek pemuasan mata dan pikiran. Kalau benar-benar ingin mencari suatu situs, kenapa tidak mencarinya melalui Google saja? Google telah terbukti sebagai the most powerful search engine dan bisa memunculkan sekian juta entri yang berhubungan dengan keyword yang dicari. Pencarian yang lebih spesifik bisa dilakukan asal kita mengerti cara menggunakannya.

Itulah sekelumit pengalaman saya selama proses pertemanan, baik melalui korespondensi, maupun melalui teknologi canggih internet yang dimanfaatkan oleh Friendster. Thanks to Friendster that helps me know that I'm really popular in cyber world. Now, I love myself so much. It’s ridiculous!

17 comments:

Pembaca Setia said...

stew.. bukannya kebalik ya? kamu tdk mendukung pertemanan dengan saya tuh.. dr menjelek2an braces yg saya pakai hingga bacaan bocil saya sejak TK huhuhuh.. jahat! stew.. I'm addicted to your blog entries!!

Stewart said...

@pembaca setia (i do know your identity): Bukannya saya tidak mendukung pertemanan dengan anda. Plus, saya tidak menjelek2an braces anda, melainkan mengutarakan pendapat saya about braces on girls' teeth.
And, thanks udah menjadi my blog addict.

pembaca setia said...

hauhaua.. heh.. formal amat gaya bicara lu. anyways.. gw cuman bcanda kok =)I know you're a very very very extra-nice-guy, stew!!! and I love your entries a lot.. so don't be thankful to me, toh gw ga berkorban ini buat baca blog2 lu kan.. hauheauoeha...

BeD said...

Yeah...
Friendster keren banget daripada email...
Pokoknya ngebantu de...
klo email kan cuma tulisan doang. Klo fs bisa liat gambar pula.
Malah ngebantu communication gue dengan tetangga gue (di Lampung dulu) yang sekarang ada di Amerika.
di mana ya?? Di Madison klo ga salah.
Pokoknya... Keren...

Stewart said...

@pembaca setia: formal? maybe sometimes. but actually it doesn't matter at all... thanks buat compliment-nya.

@bed: friendster emang lebih keren en lebih ngetop di Indo daripada hi5, liveconnector (yang udah mo mati kali ya?), en ngeceng (yang cuman boom sekejap).

MaQ said...

Bukankah popular searches in $name network itu menandakan top keyword yang dicari oleh network pertemanan anda? Jadi tidak hanya friend degree 1, tetapi juga degree 2 dan 3. Cmiiw.

Anyway, do you Firefox? :D Saya ad/ pengguna Firefox dan friendster saya bebas dari iklan, termasuk popular searches asdf itu. Demikian pula halaman Yahoo!, Detik, Astaga!, dsb.

Firefox pwns b-)

chien said...

Pren ster.... Mmmm uda add gw belon ??
hehe....
@maq
sama2 maq gw nga pernah liat iklan2 nya koq... hehehe....

Ay's said...

add me! add me!

hohohoho....saya menggila!

fred28demarcus said...

Just passing by your blog and though you'd like this site.

Chris said...

Hahaha!

Jadi inget dulu waktu masih SD baca majalah Bobo n Mentari. Aku selalu baca rubrik sahabat pena, tapi ngga pernah ikutan. Hahahaha... Ngga tau mau nulis apa sih....

Korespondensi... dah lama ngga denger kata ini. :D Entry blog kmu asik d!

Stewart said...

@maq: ternyata anda benar. networknya emang sampai 3rd degree. btw, saya juga pakai firefox, tapi kok masih tetap muncul ya popular searches-nya?

@chien: udah belom ya? emailnya apa?

@ash: email kamu apa? ntar saya add... :D

@chris: saya juga nulisnya cuman kenalan en nanya2 kegiatan aja. nothing special. maklum masih anak2. btw, majalah Mentari itu yang gimana ya? kok belum pernah denger? --"

Anonymous said...

Hey nice info you posted.
I just browsing through some blogs and came across yours!

Excellent blog, good to see someone actually uses em for quality posts.

Your site kept me on for a few minutes unlike the rest :)

Keep up the good work!

Thanks!.

Proper Ways said...

Tingkatkan RANKING WEBSITE secara otomasits dengan SOFTWARE baru ini.
Dapatkan di LINK GENERATOR SOFTWARE

Saya telah ping blog ini ke search engine sebagai ucapan terima kasih kepada pemilik blog.

cupcake said...

Blognya sangat informatif.
Salam,
Santy - IdeBaru.com

Stewart said...

gile... spam dimana2... >.<

banner ads said...

There is alot of Blogs, I never guessed I'd find some usefull information.

Thanks.
I'll be back later to see if anymore good updates are available.

qinkqonk said...

sekalian add gw yups... hehehe... abis diriku tak bisa menemukan frenstermu...

qinkqonk at yahoo.com