Saya duduk di depan komputer saya. Terbengong. Pikiran melayang tak tentu arahnya. Saya bingung mau menulis tentang apa untuk blog saya. Ide tak kunjung datang. Mood saya baik hari ini. Pikiran segar, sehabis bangun tidur siang. Tapi tetap saja tidak ada satu ide pun yang terlintas di kepala saya.
Akhirnya saya memutuskan untuk menceritakan keseharian saya saja, khususnya apa yang terjadi selama 3 hari belakangan: minggu-senin-selasa.
Minggu
Hari minggu adalah harinya Tuhan, katanya. Saya heran dengan kalimat itu. Apa hanya hari minggu saja harinya Tuhan? Bukankah setiap hari adalah ciptaan Tuhan? Setiap hari harus disyukuri dan dinikmati. Ada yang mengatakan bahwa hari minggu memiliki berkat khusus. Menurut saya tidak. Hari minggu bukanlah hari sabat. Hari minggu justru merupakan hari pertama dalam 1 minggu.
Ke gereja hari minggu ini? Tidak. Saya tidak ke gereja hari minggu ini. Sudah lama saya tidak ke gereja. Saya tidak ingin menceritakan alasannya saat ini. Mungkin suatu saat akan saya ceritakan.
Saya bangun pukul 06.15 pagi. Terburu-buru mandi dan bersiap-siap ke kampus. Hari minggu ke kampus? Iya. Hari minggu ini ada tes penerimaan aktivis HIMTI 2005. Saya ditunjuk sebagai salah seorang pewawancara yang akan menentukan nasib beberapa orang yang akan saya wawancara dan juga nasib HIMTI sendiri. Sampai di kampus tepat pukul 07.00. Baru empat orang yang datang. Para aktivis dan pengurus HIMTI memang sering tidak tepat waktu. Tidak usah heran. Terlambat telah menjadi budaya manusia Indonesia.
Tes aktivis dimulai dengan tes tertulis. Setelah itu, para peserta yang telah mengikuti tes tertulis akan dituntun ke dalam suatu ruangan penghakiman, dimana nasibnya akan ditentukan dalam wawancara. Wajah-wajah ketakutan dan gugup memenuhi 3 ruangan wawancara, yang masing-masing diisi oleh 8 grup pewawancara yang terdiri dari 2 sampai 3 orang pewawancara.
Saya menempati sudut depan ruangan kelas L2C di Kampus Syahdan. Grup saya terdiri dari 2 orang saja: saya dan seorang lagi.
Saya mendapat giliran mewawancarai pada shift 1 dari pukul 9 sampai 12. Dalam selang waktu tersebut, saya mewawancarai 5 orang. Dari lima orang tersebut, saya hanya meloloskan 1 saja calon aktivis. Hanya 1 orang itu yang memenuhi standar yang saya dan teman pewawancara saya tetapkan. Dari empat lainnya, 3 orang masuk daftar pertimbangan, dan 1 lainnya gagal total.
Bandingkan dengan teman saya pewawancara yang lain yang tidak meloloskan satu pun dari 11 orang yang diwawancarainya. Bandingkan pula dengan pewawancara lainnya yang meloloskan 6 dari 10 orang yang diwawancarainya.
Pada saat shift 2 (pukul 12 sampai 4) hampir berakhir, saya ikut mewancarai seorang perempuan calon aktivis baru. Bersama 2 orang pewawancara lainnya, kami menyiksa batin dan pikiran dia. Saya sempat mengutarakan bahwa kerjaan HIMTI itu sangat berat dan berjalan secara bersamaan dengan kegiatan-kegiatan lainnya. Dia sempat kaget dan sangat bingung, sampai tidak bisa berkata apa-apa. Hal tersebut di luar ekspektasinya. Jelas saja, setelah wawancara selesai, kami bertiga memvonis hukuman gagal padanya.
Selesai semuanya diwawancarai, forum bersama diadakan untuk membahas tentang aktivis yang diterima. Ada perbedaan pendapat yang timbul. Namun, akhirnya dapat diselesaikan dengan baik. Saya merasa agak sedikit kecewa, karena dari 8 orang teman saya yang ikut tes tersebut, hanya 3 orang saja yang lulus. Tapi tak ada yang bisa saya perbuat, selain menguatkan hati teman-teman saya yang tidak lulus tersebut setelah mereka melihat pengumuman pada hari senin esoknya.
Saya hanya bisa mengatakan "Proficiat!!!" untuk semua orang yang diterima menjadi aktivis HIMTI 2005. Bagi yang belum diterima, jangan kecewa dan jangan putus asa. Tetaplah berusaha sebaik-baiknya.
Saya kembali ke kos pukul 5.30. Ayah saya akan datang ke kos saya. Ayah saya datang ke Jakarta dalam rangka mengikuti pertandingan tenis para hakim. Karena hari itu adalah hari minggu, maka ayah saya free. Setelah datang ke kos, kami pun pergi ke Citraland untuk membeli baju.
Dompet ayah saya terkuras, karena harus membeli 3 buah baju (1 untuk kakak perempuan saya di Manado, 1 untuk adik laki-laki saya di Manado, dan satunya lagi untuk saya sendiri) di Point Break. Baju kaos yang masing-masingnya seharga ratusan ribu rupiah itu pun akhirnya kami beli. Kapan lagi saya dapat membeli baju semahal itu? Peristiwa yang jarang terjadi itu harus dimanfaatkan.
Senin
Saya bangun pagi untuk kuliah. Masih mengantuk. Agak malas ke kampus. Tapi mau tidak mau saya harus ke kampus. Orang tua saya telah membayar mahal untuk membiayai saya kuliah. Saya tidak bisa menyia-nyiakan hal tersebut. Dua shift Metode Perancangan Program adalah mata kuliah penyambut di pagi hari ini, yang dilanjutkan dengan Bahasa Inggris II – yang diisi oleh sedikit kebingungan oleh dosennya, karena tidak mampu menjawab pertanyaan salah seorang teman dengan baik.
Pertanyaan yang sederhana, dijawab dengan salah. Bukannya mengakui kesalahannya, dia malah mengelak, dengan berkata bahwa hal tersebut juga sering didiskusikan oleh para grammarian di dunia. Sungguh cara ngeles yang sangat baik. Dia mungkin pantas mendapat Piala Citra sebagai pemeran pembantu pria terbaik. I mean it!
Rapat untuk lomba Expo HIMTI 2005 yang diadakan pukul 1 siang hanya dihadiri oleh 5 orang saja - sudah termasuk saya. Tapi, rapat itu akhirnya menghasilkan keputusan penting dan krusial.
Singkat cerita, hari senin ini saya sangat capek. Sisanya, tidak ada yang spesial. Hanya obrolan panjang dan curahan hati yang mewarnai malam itu di kamar salah seorang teman di kos saya.
Selasa
Hari ini saya pun bangun pagi-pagi untuk ke kampus. Rapat DPI - Koordinator Expo HIMTI 2005 harus saya hadiri. Selain itu saya juga memang harus pergi ke Baba Studio untuk menandatangani kontrak sponsor untuk lomba. Padahal hari ini saya harusnya libur karena tidak ada kelas sama sekali. Tapi toh akhirnya hari ini saya isi dengan kesibukan juga.
Hari ini adalah pertama kalinya saya menjadi seksi Hubungan Masyarakat, walaupun hanya sebentar saja. Pengalaman penandatanganan kontrak memang bukan suatu hal yang istimewa. Tapi pengalaman ini setidaknya memberi saya pelajaran berharga mengenai kepercayaan yang harus diemban.
Hubungan timbal balik harus dijaga agar tidak timbul kekecewaan di salah satu atau kedua pihak. Karena itu saya sangat ingin dan saya berusaha keras untuk menjaga kepercayaan tersebut.
Selain itu, tidak ada hal spesial lainnya pada hari ini.
Tuesday, September 13, 2005
3 Days Of My Life
Inscribed by
Stewart
at
10:12 PM
Subscribe to:
Post Comments (Atom)








8 comments:
Sudah lama saya tidak ke gereja. Saya tidak ingin menceritakan alasannya saat ini. Mungkin suatu saat akan saya ceritakan. --> Request : Ini diangkat jadi bahan blog lo dunx ^^
@maq: memang nanti bakal gw tulis di blog... siap2lah membaca suatu blog yang sangat panjang...
Wah.. Kayaknya seru tuh kegiatan kmu hari minggu! :D
hi stewart, kamu org dari timur bukan? marga mu itu lho, he3. aku dari kupang, timor, ntt.
i hate to say kata MLM karena begitu aku bilang itu, biasanya org langsung "turn-off". tp aku pantang menyerah. pls, let me explain.
Tianshi itu obat cina yg umurnya sdh ribuan thn yg di produksi secara modern. google aja tiens dot com untuk info ditel. Tianshi udah mendunia dan sudah lolos uji oleh FDA Amrik. punya pusat penelitian di seatle, usa.
obat nya luar biasa. terbukti menyembuhkan bnyk penyakit. sebut saja bbrp spt diabetes, jantung, stroke, dll. mungkin ada om, tante, kawan, tetangga ato siapa aja rekomendasi aja. klu jadi member, dpt diskon 15%.
You have nothing to loose my friend. kontak aku yach! aku bantu kamu raih impianmu. itu janjiku.
lo....
koq ada spam di mana2 yach
mudah2an lo bisa jadi humas yang baek...
dan acara ny sukses dechhh.....
-> Request : Ini diangkat jadi bahan blog lo dunx -> napsu banget aMaq
@paulin : marga gw ini didapat dari bokap gw yang adalah timur. gw blasteran, maluku (bokap) en cina makassar (nyokap).
@chien : thanks buat dukungannya. en tentang request maq, gw emang rencana untuk mengabulkannya... :D
saya akui bahwa bukan hanya hari minggu saja itu harinya TUHAN... tapi untuk tidak ke gereja itu tidak bisa di toleransi...ingat "carilah dahulu kerajaan ALLAH dan kebenarannya maka semuanya akan ditambahkan kepadamu."
apalagi saat2 sekarang ini adalah masa penuaian... tidakkah anda bersedih nantinya kalau suatu hari nanti saudara2 kita yang dari "sebrang" begitu bersemangatnya dan berapi-apinya dalam Jesus untuk rencana besar ( TRANSFORMASI INDONESIA )tapi anda yang sudah sejak lahir kenal JESUS hanya jadi penonton saja melihat lawatan itu terjadi??? think about that..!!!
KEEP ON FIRE,bro...
jangan pernah padamkan apimu!!!
@anonymous (kalo ga salah ini Billy?): well, i'm in a process of searching the truth of God. I don't think now that the trut can be monopolied only by one institution or one religion. Pray me so that I can find the truth.
Post a Comment